pencarian isi Blog Ini

Sabtu, 14 Maret 2015

SISTEM REM (PROPOSAL XII)

JAWA 3.jpg
DI SUSUN OLEH : FEBRI DARMAWAN
NO PESERTA : ...........................

 











TEKHNIK KENDARAAN RINGAN
SMK KAMPUNG JAWA
JAKARTA PUSAT
2016

LAPORAN PROPOSAL SISTEM REM


Disusun oleh   :

  Nama                         : FEBRI DARMAWAN
  Sekolah                     : SMK Kampung Jawa
  Kelas                         : XII – M.O.B
  Program Keahlian     : TKR (Teknik Kendaraan Ringan)


KATA PENGANTAR

            Berkat rahmat Tuhan yang maha esa, saya telah berhasil menyusun proposal ini, guna untuk memenuhi syarat untuk mengikuti uji kompetensi di tingkat SMK.Dalam menyusun proposal ini saya berusaha memberikan pendidikan atau proposal di luar sekolah. Tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak yang bersangkutan :

·         Teman – teman yang telah memberikan bantuan untuk membuat proposal ini
·         Bapak Asep Kustiana selaku Kepala Sekoah SMK Kampung Jawa
·         Bapak Walan Yudiani selaku kepala Bengkel SMK Kampung Jawa dan juga Wali Kelas Kami

Namun saya hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, jadi dimohon Guru - guru dan Teman – teman sekalian untuk memberikan masukan dan saran kepada saya selaku penulis.















LEMBAR PENGESAHAN
Profosal  “ SISTEM REM “ telah disetujui dan disahkan oleh :

















Mengetahui,                                                                                                JAKARTA,9 FEBRUARI 2016
KA Prog.TKR                                                                                                    PEMBIMBING

__________________                                                                                    ______________________

DAFTAR ISI


A.     BAB I PENDAHULUAN
·         LATAR BELAKANG
·         RUMUSAN MASALAH
·         TUJUAN PENULISAN

B.      BAB II TINJAUAN PUSTAKA

·         SISTEM REM
o   Pengertian Sistem Rem
o   Prinsip Sistem Rem
o   Tipe Rem
o   Rem Kaki
o   Rem Parker
o   Rem Tambahan



·         REM KAKI
o   Uraian Rem Kaki
o   Master Silinder
o   Booster Rem             
o   Katup Proporsi
o   Sistem rem Anti-Lock Brake System



·         REM TROMOL
o   Komponen Roda
o   Backing Plat
o   Silinder Roda
o   Sepatu Rem dan Kanvas Rem
o   Tromol Rem












·         REM CAKRAM
o   Uraian Rem Cakram
o   Komponen Rem Cakram      
o   Piringan
o   Pad Rem
o   Jenis Caliper


·         REM PARKER
o   Uraian Rem Parker
o   Cara Kerja
o   EXHAUST BREAK
o   Uraian Exhaust Break
o   Prinsip Kerja
o   Syarat operasional exhaust brake

o   Cara operasional
o   BAHAN-BAHAN PENYUSUN REM
o   PERMASALAHAN YANG SERING TERJADI DALAM SISTEM REM

C.      BAB III PROSES PRODUK DAN JASA
·         ALAT PRAKTEK
·         BAHAN PRAKTEK
·         KESELAMATAN KERJA
·         MEMBONGKAR REM DEPAN (DISK)
·         MEMBONGKAR REM BELAKANG (TROMOL)
·         ANGGARAN BIAYA




















BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Rem mempunyai peranan yang sangat penting dalam teknik kendaraan dan teknik transportasi   demi   keamaan   dan   keselamatan   dalam   berkendara.   Pada   dasarnya   rem mempunyai fungsi  untuk memperlambat dan mengatur gerakan suatu putaran. Adapun rem yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut (dapat bekerja dengan baik dan cepat, dapat dipercaya dan mempunyai daya tekan yang cukup, mudah diperiksa dan disetel)
Walaupun  sistem  rem  itu  sangatlah  penting,  namun  banyak  diantara  masyarakat umum yang belum memahami dan mengerti fungsi, cara kerja dan jenis-jenis dari rem tersebut. Oleh karena itu  penulis membuat makalah ini bertujuan untuk memperkenalkan fungsi, cara kerja, dan jenis-jenis dari rem itu sendiri. Dengan adanya makalah ini diharapkan kita bisa lebih mengenal fungsi, cara kerja dan jenis-jenis rem serta bisa menambah dan memperluas wawasan kita terutama mengenai sistem rem.

B.     RUMUSAN MASALAH
Beberapa permasalah yang diangkat dalam penulisan makalah ini adalah
1.         Apa itu fungsi rem?
2.         Apa saja jenis rem dan bagaimana mekanisme kerja rem?
3.         Apa saja bahan pembuat pada komponen rem?
4.         Apa saja permasalahan yang sering terjadi pada sistem rem?

C.     TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah
1.         Mengetahui fungsi dari rem.
2.         Mengetahui jenis dari rem dan mekanisme kerja rem.
3.         Mengetahui bahan apa saja yang digunakan untuk komponen pada rem.
4.         Mengetahui permasalahan yang sering terjadi pada rem.




















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.                SISTEM REM
·         Pengertian Sistem Rem
Rem di rancang untuk mengurangi kecepatan (memperlambat) dan menghentikan kendaraan serta untuk memungkinkan parker pada tempat yang menurun.Peralatan ini sangat penting sebagai alat keselamatan dan menjamin untuk pengendara yang aman. (Sumber: New Step 1 Training)
Menurut para ahli permobilan rem merupakan kebutuhan sangat penting untuk keamanan berkendara dan juga dapat berhenti di tempat manapun, dan dalam berbagai kondisi dapat berfungsi dengan baik dan aman.
6-38873f779d.jpg












Gambar 1. Sistem rem mobil
·         Prinsip Sistem Rem
                Kendaraan tidak dapat berhenti dengan segera apabila mesin d bebaskan (tidak di hubungkan) dengan pemindahan daya, kendaraan cenderung tetep bergerak.Kelemahan ini harus di kurangi dengan maksud untuk menurunkan kecepatan gerak kendaraan hingga berhenti.Mesin mengubah energi panas menjadi energi kinetik (energi gerak) untuk menggerakkan kendaraan.Sebaliknya, rem mengubah energi kinetic kembali menjadi energy panas untuk menghentikan kendaraan.Umumnya, rem bekerja di sebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak putar.Efek pengereman (breaking effect) diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua objek.
1.jpg










Gambar 2. Pengereman kanvas terhadap tromol dan pengereman roda terhadap jalan




·         Tipe Rem
                Rem yang digunakan pada kendaraan bermotor dapat di golongkan menjadi beberapa tipe tergantung penggunaannya.
o   Rem kaki
Rem kaki (foot break) di gunakan untuk mengontrol kecepatan mobil dan menghentikan kendaraan.

o   Rem parkir
Rem parkir (parking break) digunakan terutama untuk memarkir kendaraan.
o   Rem tambahan
Rem tambahan (auxiliary break) digunakan pada kombinasi rem biasa (kaki) yang digunakan pada truk diesel atau kendaraan berat.

Selanjutnya “engine brake” adakalanya digunakan untuk menurunkan kecepatan kendaraan.Braking effect ditimbulkan oleh tahanan putaran dari mesin itu sendiri, tidak ada peralatan khusus. Contohnya seperti dua orang saling berpegangan sambil berlari, walaupun yang depan cepat tapi ia akan mengimbangi yang belakang dengan larinya lambat.

·         REM KAKI
o   Uraian Rem Kaki
Rem kaki (foot break) dikelompokkan menjadi dua tipe rem : rem hidraulik (hydraulic break) dan rem pneumatic (pneumatic break). Rem hidraulik lebih merespon dan lebih cepat disbanding tipe lainnya, dan konstruksinya lebih mudah dan sederhana.
Rem hidraulik juga mempunyai konstruksi khusus yang handal (superior design flexibility).Dengan adanya keuntungan tersebut, rem hidraulis banyak digunakan pada kendaraan penumpang dan truk ringan.
3.jpgSistem rem pnuematik termasuk kompresor atau sejenisnya yang menghasilkan udara yang bertakanan yang digunakan untuk menambah daya pengereman.Banyak digunakan pada truk dan bus.
Bekerjanya rem hidraulik sebagai berikut.
Rem menekan mekanisme rem dan menyalurkan tenaga rem dan mekanisme pengereman akan menimbulkan gaya pengereman.











Gambar 3. Mekanisme kerja rem



·         Master Silinder (master cylinder)
Master silinder mengubah gerak pedal rem kedalam tekanan hidraulis. Master silinder terdiri dari reservoir tank, yang berisi minyak rem, demikian juga piston dan silinder, yang membangkitkan tekanan hidraulik.
Ada dua tipe master silinder yaitu tunggal dan tandem. Untuk master silinder tandem atau ganda banyak digunakan pada mobil masa kini daripada menggunakan master silinder tunggal. (sumber : new step training manual)
s1.jpg

















(Sumber pertama: New Step 1 Training)
(Sumber kedua: New Step 1 Training)
t4.jpg
















Gambar 4. Tipe-tipe master silinder
Pada master silinder ganda (tandem) sistem hidraulik dipisahkan menjadi dua, masing-masing untuk depan dan belakang. Dengan demikian bila salah satu sistem tidak bekerja maka sistem lainnya masih dapat digunakan.
5.jpg













Gambar 5. Master silinder ganda
·         Booster Rem (break booster)
Tenaga penekanan pada pedal rem dari seorang pengemudi tidak kuat untuk segera dapat menghentikan kendaraan. Booster rem melipat gandakan daya penekanan pada pedal sehingga diperoleh daya pengereman yang lebih besar.
Booster rem dapat di pasang menjadi satu dengan master silinder atau dapat juga dipasang secara terpisah dari master silinder itu sendiri. Tipe integral banyak digunakan pada penumpang dan truk kecil.
Booster rem mempunyai diaprham (membran) yang bekerja dengan adanya perbedaan tekanan antara atmosfir dan kevakuman yang dihasilkan dari intake manifold mesin. Master silinder dihubungkan dengan pedal dan membran untuk memperoleh daya pengereman yang besar dari langkah pedal minimum.
Bila bosster rem tidak dapat berfungsi dikarenakan satu dan hal lain, booster dirancang sedemikian rupa sehingga hanya tenaga boosternya saja yang hilang. Dengan sendirinya rem akan memerlukan gaya penekanan pedal yang lebih besar, tetapi kendaraan dapat direm dengan normal tanpa bantuan booster.
Untuk kendaraan yang digerakkan oleh mesin diesel, booster remnya diganti pompa vakum karena kevakumannya yang terjadi pada intake manifold pada mesin diesel tidak cukup kuat.
6.jpg











Gambar 6. Booster rem
Boster rem terutama dari rumah booster, piston booster, membran, reaction mechanism, mekanisme katup pengontrolan. Bosy booster dibagi menjadi bagian depan dan belakang, dan masing-masing ruang dibatasi dengan membran dan piston booster.
Mekanisme katup pengotrol mengatur tekanan didalam ruang tekan variasi. Termasuk katup udara, katup vakum, katp pengontrol dan sebagainya yang berhubungan dengan pedal rem melalui batang penggerak katup.

·         Katup Proposi (propostioning valve)
7.jpg












Gambar 7. Katup P
Kendaraan dihentikan dengan adanya gesekan antara ban dan jalan. Gesekan ini akan bertambah sesuai dengan adanya pembagian beban ban pada jalan. Biasanya kendaraan yang mesinnya terletak didepan, bagian depannya lebih berat dibandingkan dengan bagian belakangnya. Bila kendaraan direm, maka titik pusat gravitasi akan pindah kedepan (bergerak maju) disebabkan adanya gaya inersia, dan karena adanya beban yang besar menyatu pada bagian depan.


8.jpg














Gambar 8. Titik berat mobil berpindah akibat pengereman


Bila daya cengkram pengeremannya berlaku sama terhadap ke empat rodanya, maka roda belakang akan terkunci (menyebabkan slip antara ban dan permukaan jalan) ini disebabkan oleh daya pengereman terlalu besar. Dengan terkuncinya  rod belakang seperti ekor ikan.
Dengan alasan tersebut maka diperlukan alat pembagi tenaga sehingga dapat diberikan pengereman yang lebih besar untuk roda depan daripada roda belakang.
Alat tersebut disebut “katup pengimbang” atau biasa disebut katup P. Alat ini bekerja secara otomatis menurunkan tekanan hidraulik pada silinder  roda belakang, dengan demikian daya pengereman (daya cengkeram) pada roda belakang akan berkurang.
Disamping katup P, efek yang sama juga dapat diperoleh oleh load sensing and proportioning valve (LSPV) yang merubah tekanan awal split point  dari roda-roda belakang sesuai dengan beban, proportioning and by-pass valve ( P & BV) yang meneruskan tekanan master silinder langsung ke silinder roda tanpa melalui katup P bila sistem rem depan tidak dapat berfungsi, katup deceleration-sensing and proportioning valve (DSPV) yang membedakan tekanan awal split point sesuai dengan deselerasi selama pengereman, dan perlengkapan lainnya.
·        Sistem Rem Anti-Lock Brake System (ABS)
Rem ABS ini diciptakan hanya untuk mencegah terkuncinya roda-roda belakang selama pengereman secara tiba-tiba, tetapi juga untuk mengontrol roda-roda depan agar kendaraan tidak berputar atau slip serta menjaga pengendalian kemudi dengan baik.
Perhatian :
o   Bila kendaraan mulai bergerak ada gejala slip, akan dapat diperbaiki dengan adanya gerakan lebih mudah menghindar dari rintangan.
o   Bila rem bekerja selama kendaraan membelok, kendaraan dapat berhenti dengan aman tanpa mengalami perubahan langsung.
KOMPONEN
FUNGSI
Speed sensors depan
Mendeteksi kecepatan roda pada masing-masing rodadepan
Speed sensors belakang
Mendeteksi kecepatan pada roda pada masing-masingroda belakang
Lampu Peringatan (Anti Lock Warning light)
Lampu menyala untuk memberi tanda agar  pengemudi siaga saat anti-lock brake system ada yang tidak berfungsi
A.B.S
Untuk mengontrol tekanan minyak rem pada masing-masing silinder disk brake
Switch lampu rem
Mendeteksi tanda pengereman dan mengirimkan kekomputer A.B.S
A.B.S Computer
Dengan signal-signal dari masing-masing speedsensor ia menghitung jumlah akselerasi dandeselerasi dan mengirim signal-signal ke aktuator ke pengontrol tekanan minyak rem

Tabel 1. Fungsi sensor pada ABS







B.      REM TROMOL
Pada rem tipe tromol, kekuatan tenaga pengereman diperoleh dari sepatu rem yang diam menekan permukaan tromol bagian dalam yang berputar bersama-sama dengan roda. Karena “self energizing action” ditimbulkan oleh teanga putar tromol dan tenaga pengereman yang besar diakibatkan usaha pedal yang kecil.
9.jpg








Gambar 9. Tromol rem

Self energizing action:
Ada dua jenis sepatu rem, seperti diperlihatkan pada gambar jenis leading trailing.Bila ujung bagian atas (atau toe) pada sepatu rem didorong kearah tromol rem yang berputar pada seperti anak panah (arah maju), sepatu rem cendenrung melengket pad tromol dan berputar.Sepatu rem ini disebut “leading shoe”. Dilain pihak, ujung atas sepatu bagian belakang terdorong ke dalam tromol yang cenderung mengembang keluar, ini disebut  trailing shoe.
Kerjanya tromol mencoba mendorong leading shoe berputar bersama tromol, dan ini disebut self energizing atau self servo. Self energizing bekerja menimbulkan gaya pengereman yang cukup besar. Dilain pihak, daya balik yang berlaku pada trailing shoes mengurangi daya pengereman yang cukup besar pada sepatu tersebut.Perbandingan tenaga pengereman dilakukan dengan leading shoe dan trailing shoe diperkirakan 3:1.Leading shoe menghasilkan daya pengereman yang lebih baik, dan kelemahannya ialah lebih cepat aus daripada trailing shoe.

·         Komponen Roda
o   Backing plat
Backing plat di buat dari baja pres  yang dibuat pada axle housing atau axle carier bagian belakang. Karena sepatu rem terkait pada backing plat, maka aksi daya pengereman tertumpu pada backing plate.
Bila permukaan gesek sepatu rem aus berlebihan, rem akan bergetar. Sepatu rem harus diperiksa secara diteliti setiap kali  rem dibongkar untuk mencegah problem tersebut.

o   Silinder roda
Silinder roda terdiri dari beberapa komponen seperti yang terlihat pada gambar.Setiap roda menggunakan satu atau dua buah silinder roda.Ada sistem yang menggunakan dua piston untuk menggerakkan kedua sepatu rem, yaitu satu piston untuk setiap silinder roda, sedangkan sisi lainnya hanya menggunakan satu piston untuk menggerakkan hanya sepatu rem.
Apabila rem tidak bekerja, maka piston akan kembali ke posisi semula dengan adanya kekuatan pegas pembalik septu rem, dan pegas kompresi yang mengkerut.


10.jpg

Gambar 10. Silinder roda
o   Sepatu rem dan kanvas rem
Sepatu rem , seperti juga tromol memiliki bentuk setengah lingkaran. Biasanya sepatu rem dibuat dari pelat baja.Kanvas rem dipasang dengan jalan dikeling (pada kendaraan besar) atau dilem (pada kendaraan kecil) pada permukaan yang bergesekan dengan tromol.Kanvas ini harus dapat menahan panas dan aus dan harus mempunyai koofisien gesek yang tinggi.Koofisien tersebut harus bisa bertahan oleh keadaan temperature yang berubah ubah.Umumnya kanvas (lining) terbuat dari campuran fiber metallic, brass, lead, plastic, dan sebagainya dan diproses dengan ketinggian panas tertentu.

o   Tromol rem
Tromol rem umumnya terbuat dari besi tuang (gray iron gras) dan gambar penampangnya seperti terlihat pada gambar dibawah.Tromol re mini letaknya sangat dekat dengan sepatu rem tanpa bersentuhan da berputar bersama roda. Ketika kanvas menekan permukaan bagian dalam tromol bila rem bekerja, maka gesekan panas tersebut dapat mencapai suhu setinggi 200  sampai 300 .
11.jpg














Gambar 11. Tromol rem

C.      REM CAKRAM
·         Pengertian Rem Cakram
Rem cakram (disc brake) pada dasarnya terdiri dari cakram yang terbuat dari besi tuang (disc rotor) yang berputar dengan roda dan bahan gesek (dalam hal ini disc pad) yang mendorong da menjepit cakram.Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara disc pad dan cakram.
rem cakram.jpg














Gambar 17. Kerja cakram
Karateristik dari cakram hanya mempunyai sedikit aksi energi sendiri (self energizing action), daya pengereman itu sedikit dipengaruhi oleh fluktuasi koofisen gesek yang menghasilkan kestabilan tinggi.Selain itu, karena permukaan bidang gesek selalu terkena udara, radiasi panasnya terjamin baik, ini dapat mengurangi dan menjamin dari terkena air.
uc.jpgRem cakram  mempunyai batasan pembuatan pada bentuk dan ukuran. Ukuran disc pad agak terbatas dan ini berkaitan dengan aksi self energizing limited. Sehingga perlu tambahan tekanan hidraulik yang lebih besar untuk mendapatkan gaya pengereman yang efisien. Pad juga akan lebih cepat aus daripada sepatu rem pada rem tromol. Tetapi konstruksi yang sederhana mudah pada perawatan serta penggantian pad.













Gambar 18. Unit cakram


·         Komponen Rem Cakram
o   Piringan
Umumnya cakram atau piringan (disc rotor) dibuat dari  besi tuang dalam bentuk biasa (solid) dan berlubang-lubang untuk ventilasi. Tipe cakram lubang terdiri dari dari pasangan piringan yang berlubang untuk menjamin pendinginan yang baik, kedua-duanya untuk mencegah fading dan menjamin umur pad panjang atau tahan lama.
tc.jpg














Gambar 19. Tipe piringan untuk rem cakram
o   Pad Rem
Pad (disc pad) biasa dibuat dari campuran metalic fiber dan sedikit serbuk besi.Tipe ini disebut dengan “semi metalic disc pad”. Pada pad diberi garis celah untuk menunjukan tebal pad (batas yang dijinkan). Dengan demikian dapat mempermudah pengecekan keausan pad.
Pada beberapa pad, penggunaan metalic plate (disebut dengan anti-squel shim) dipasangkan pada sisi piston untuk mencegah bunyi saat berlaku pengereman.
20.jpg












Gambar 20. Pad dan shim pada rem cakram
o   Jenis Caliper
Caliper juga disebut calyper body, memegang piston-piston dan dilengkapi dengan saluran gimana minyak rem disalurkan ke silinder.
E.            REM PARKIR
·         Uraian Rem Parkir
Rem parkir banyak digunakan untuk parker kendaraan.Mobil penumpang dan kendaraan niaga yang kecil, atau rem parker eklusif yang dihubungkan pada rem belakang.
Kendaraan niaga yang besar menggunakan rem parkir tipe center brake yang dipasangkan antara propeller shaft dan tranmisi. Sistem rem parkir terdiri dari tuas rem, stick atau pedal, kabel tipe mekanisme batang dan tromol rem dan sepatu rem yang membangkitkan daya pengereman.
krp.jpg












Gambar 25. Konstruksi rem parkir
·         Cara Kerja
Mekanisme kerja pada rem parkir pada dasarnya untuk tipe rem parkir belakang dan tipe center brake.Tuas rem parkir ditempatkan berdekatan dengan tempat duduk pengemudi. Dengan menarik tuas rem parkir, maka rem akan bekerja melalui kabel yang dihubungkan dengan tuas.
Ada beberapa tipe tuas rem parkir, bergantung pada design tempat duduk pengemudi dan sistem kerja yang dikehendaki.

mtpr.jpg









Gambar 26. Macam tuas rem parkir

Tuas rem parkir dilengkapi dengan ratchet untuk  mengatur tuas rem pad posisi pengetesan. Pada beberapa tuas rem parkir mur penyetelnya dekat denga tuas rem, dengan demikian penyetelan jarak tuas dapat dengan mudah disetel.



28.jpg








Gambar 28. Pengaitan sulur rem parkir pada ban
F.            EXHAUST BREAK
·         Uraian Exhaust Break
Adalah sistem rem yang menggunakan gas buang untuk melakukan pengereman.
·         Prinsip kerja :
Menahan laju gasa buang pada exhaust manifold
§  Syarat operasional exhaust brake
o   Main switch on.
o   Gigi tranmisi posisi netral.
o   Laju kendaraan lebih besar dari atau sama dengan 15km/jam
§  2.2.         Cara operasional
o   Pedal posisi bebas





















BAB III
PROSES PRODUK DAN JASA
A.     ALAT PRAKTEK
·         Dongkrak
·         Jack Stand
·         Kunci Momen
·         Kunci shock 21
·         Obeng – atau +
·         Kunci Ring 12 - 14
·         Kunci T.
·         Kunci Pas. 12 - 14
·         Tang.
·         Palu Karet/Plastik.


B.      BAHAN PRAKTEK
·         MOBIL

C.      KESELAMATAN KERJA
·         Wearpack
·         Sarung tangan
·         Masker / Penutup hidung
·        Kacamata

















RENCANA ANGGARAN BIAYA

*HARGA BAHAN

- Kampas Rem                         : Rp.150.000,
- Pegas pedal rem                     : Rp.220.000,
- Pad rem                                 : Rp.150.000,
- Grease                                   : Rp.27.000,
- Breake Cleaner                      : Rp.42.000,
- Amplas 500                           : Rp.15.000,
- Pegas pembalik                      : Rp.40.000,
- Minyak rem Dot 3                 : Rp.18.000,
- Sheel Kaliper Pad                  : Rp.150.000,
- Baut Nepel                                      : Rp.1.000,
- Cylinder Wheel                      : Rp.50.000,   _+
                                                                                   Rp.720.000

- Sewa alat 10% dari bahan Rp        : Rp.72000
- Ongkos kerja servis rem        : Rp.150.000
________________________________________+
                                      Total : Rp.870.000,
BAB IV
PENUTUP

A.            KESIMPULAN
Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari penulisan makalah ini adalah:
1.            Rem di rancang untuk mengurangi kecepatan (memperlambat) dan menghentikan kendaraan serta untuk memungkinkan parker pada tempat yang menurun. Peralatan ini sangat penting sebagai alat keselamatan dan menjamin untuk pengendara yang aman.Menurut para ahli permobilan rem merupakan kebutuhan sangat penting untuk keamanan berkendara dan juga dapat berhenti di tempat manapun, dan dalam berbagai kondisi dapat berfungsi dengan baik dan aman.
2.            Tipe Rem
                Rem yang digunakan pada kendaraan bermotor dapat di golongkan menjadi beberapa tipe tergantung penggunaannya :
a.            Rem kaki
Rem kaki (foot break) di gunakan untuk mengontrol kecepatan mobil dan menghentikan kendaraan.
b.            Rem parker
Rem parkir (parking break) digunakan terutama untuk memarkir kendaraan.
c.             Rem tambahan
Rem tambahan (auxiliary break) digunakan pada kombinasi rem biasa (kaki) yang digunakan pada truk diesel atau kendaraan berat.
3.            Pinsip kerja rem ketika kendaraan tidak dapat berhenti dengan segera apabila mesin dibebaskan (tidak di hubungkan) dengan pemindahan daya, kendaraan cenderung tetep bergerak. Kelemahan ini harus di kurangi dengan maksud untuk menurunkan kecepatan gerak kendaraan hingga berhenti.Mesin mengubah energi panas menjadi energi kinetik (energi gerak) untuk menggerakkan kendaraan.Sebaliknya, rem mengubah energi kinetic kembali menjadi energy panas untuk menghentikan kendaraan.Umumnya, rem bekerja di sebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak putar.Efek pengereman (breaking effect) diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua objek.
4.            Bahan-bahan pembuat pada komponen rem yaitu :
a.            Baja pres merupakan bahan pembuat backing plat, yang dibuat pada axle housing atau axle carier bagian belakang.
b.            Pelat baja merupakan bahan pembuat sepatu rem. Umumnya kanvas(lining) terbuat dari campuran fiber metallic, brass, lead, plastik, dan sebagainya dan diproses dengan ketinggian panas tertentu.
c.             Besi tuang merupakan bahan pembuat Tromol rem, Piringan Rem Cakram. Besi kasar kelabu yang dicairkan bersama-sama dengan besi tua dan baja.Bahan tambahan yang dipakai biasanya kapur, silisium yang memperkuat dan mempertinggi titik cair. Agar bahan menjadi kulaitas terbaik maka harus ditambahkan nikel atau krom ketika proses peleburan.
d.            Campuran metalic fiber dan sedikit serbuk besi merupakan bahas pembuat pad rem.
5.            Permasalahan yang sering terjadi dalam sistem rem
a.            Gejala : Gerakan pedal rem terlaludekat dengan lantai
b.            Gejala: Semua rem seret(bhs Jawa)
c.             Gejala: Rem membanting kesatu arah
d.            Gejala: Injakan pedal rem terlalu kasar

e.            Gejala: Roda terkunci
f.             Gejala: Rem selip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar