
DI
SUSUN OLEH : FEBRI DARMAWAN
NO PESERTA : ...........................
NO PESERTA : ...........................
TEKHNIK
KENDARAAN RINGAN
SMK
KAMPUNG JAWA
JAKARTA
PUSAT
2016
LAPORAN PROPOSAL
SISTEM REM
Disusun oleh :
Nama : FEBRI DARMAWAN
Sekolah : SMK Kampung Jawa
Kelas : XII – M.O.B
Program
Keahlian : TKR (Teknik Kendaraan
Ringan)
KATA PENGANTAR
Berkat
rahmat Tuhan yang maha esa, saya telah berhasil menyusun proposal ini, guna
untuk memenuhi syarat untuk mengikuti uji kompetensi di tingkat SMK.Dalam
menyusun proposal ini saya berusaha memberikan pendidikan atau proposal di luar
sekolah. Tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak yang bersangkutan :
·
Teman – teman yang telah memberikan
bantuan untuk membuat proposal ini
·
Bapak Asep Kustiana selaku Kepala Sekoah
SMK Kampung Jawa
·
Bapak Walan Yudiani selaku kepala
Bengkel SMK Kampung Jawa dan juga Wali Kelas Kami
Namun saya hanya manusia biasa yang tak luput dari
kesalahan, jadi dimohon Guru - guru dan Teman – teman sekalian untuk memberikan
masukan dan saran kepada saya selaku penulis.
LEMBAR
PENGESAHAN
Profosal “ SISTEM REM “ telah disetujui dan disahkan
oleh :
Mengetahui, JAKARTA,9
FEBRUARI 2016
KA Prog.TKR PEMBIMBING
KA Prog.TKR PEMBIMBING
__________________ ______________________
DAFTAR ISI
A. BAB I PENDAHULUAN
·
LATAR BELAKANG
·
RUMUSAN MASALAH
·
TUJUAN PENULISAN
B. BAB II TINJAUAN PUSTAKA
·
SISTEM REM
o Pengertian Sistem Rem
o Prinsip Sistem Rem
o Tipe Rem
o Rem Kaki
o Rem Parker
o Rem Tambahan
·
REM KAKI
o Uraian Rem Kaki
o Master Silinder
o Booster Rem
o Katup Proporsi
o Sistem rem Anti-Lock Brake System
·
REM TROMOL
o Komponen Roda
o Backing Plat
o Silinder Roda
o Sepatu Rem dan Kanvas Rem
o Tromol Rem
·
REM CAKRAM
o Uraian Rem Cakram
o Komponen Rem Cakram
o Piringan
o Pad Rem
o Jenis Caliper
·
REM PARKER
o Uraian Rem Parker
o Cara Kerja
o EXHAUST BREAK
o Uraian Exhaust Break
o Prinsip Kerja
o Syarat operasional exhaust brake
o Cara operasional
o BAHAN-BAHAN PENYUSUN REM
o PERMASALAHAN YANG SERING TERJADI DALAM SISTEM REM
C. BAB III PROSES PRODUK DAN JASA
·
ALAT PRAKTEK
·
BAHAN PRAKTEK
·
KESELAMATAN KERJA
·
MEMBONGKAR REM DEPAN (DISK)
·
MEMBONGKAR REM BELAKANG
(TROMOL)
·
ANGGARAN BIAYA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Rem
mempunyai peranan yang sangat penting dalam teknik kendaraan dan teknik
transportasi demi keamaan
dan keselamatan dalam
berkendara. Pada dasarnya
rem mempunyai fungsi untuk memperlambat
dan mengatur gerakan suatu putaran. Adapun rem yang digunakan harus memenuhi
syarat-syarat sebagai berikut (dapat bekerja dengan baik dan cepat, dapat
dipercaya dan mempunyai daya tekan yang cukup, mudah diperiksa dan disetel)
Walaupun sistem
rem itu sangatlah
penting, namun banyak
diantara masyarakat umum yang
belum memahami dan mengerti fungsi, cara kerja dan jenis-jenis dari rem
tersebut. Oleh karena itu penulis
membuat makalah ini bertujuan untuk memperkenalkan fungsi, cara kerja, dan
jenis-jenis dari rem itu sendiri. Dengan adanya makalah ini diharapkan kita
bisa lebih mengenal fungsi, cara kerja dan jenis-jenis rem serta bisa menambah
dan memperluas wawasan kita terutama mengenai sistem rem.
B.
RUMUSAN MASALAH
Beberapa
permasalah yang diangkat dalam penulisan makalah ini adalah
1. Apa itu fungsi rem?
2. Apa saja jenis rem dan bagaimana
mekanisme kerja rem?
3. Apa saja bahan pembuat pada komponen
rem?
4. Apa saja permasalahan yang sering
terjadi pada sistem rem?
C.
TUJUAN PENULISAN
Adapun
tujuan penulisan makalah ini adalah
1. Mengetahui fungsi dari rem.
2. Mengetahui jenis dari rem dan mekanisme
kerja rem.
3. Mengetahui bahan apa saja yang
digunakan untuk komponen pada rem.
4. Mengetahui permasalahan yang sering
terjadi pada rem.
BAB
II
TINJAUAN PUSTAKA
A.
SISTEM
REM
·
Pengertian
Sistem Rem
Rem di rancang untuk mengurangi kecepatan
(memperlambat) dan menghentikan kendaraan serta untuk memungkinkan parker pada
tempat yang menurun.Peralatan ini sangat penting sebagai alat keselamatan dan
menjamin untuk pengendara yang aman. (Sumber: New Step 1 Training)
Menurut para ahli permobilan rem merupakan
kebutuhan sangat penting untuk keamanan berkendara dan juga dapat berhenti di
tempat manapun, dan dalam berbagai kondisi dapat berfungsi dengan baik dan
aman.

Gambar 1. Sistem rem mobil
·
Prinsip
Sistem Rem
Kendaraan tidak
dapat berhenti dengan segera apabila mesin d bebaskan (tidak di hubungkan)
dengan pemindahan daya, kendaraan cenderung tetep bergerak.Kelemahan ini harus
di kurangi dengan maksud untuk menurunkan kecepatan gerak kendaraan hingga
berhenti.Mesin mengubah energi panas menjadi energi kinetik (energi gerak)
untuk menggerakkan kendaraan.Sebaliknya, rem mengubah energi kinetic kembali
menjadi energy panas untuk menghentikan kendaraan.Umumnya, rem bekerja di
sebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak putar.Efek
pengereman (breaking effect) diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan
antara dua objek.

Gambar 2. Pengereman kanvas terhadap
tromol dan pengereman roda terhadap jalan
·
Tipe
Rem
Rem yang
digunakan pada kendaraan bermotor dapat di golongkan menjadi beberapa tipe
tergantung penggunaannya.
o
Rem
kaki
Rem kaki (foot break) di
gunakan untuk mengontrol kecepatan mobil dan menghentikan kendaraan.
o
Rem
parkir
Rem parkir (parking break)
digunakan terutama untuk memarkir kendaraan.
o
Rem
tambahan
Rem tambahan (auxiliary
break) digunakan pada kombinasi rem biasa (kaki) yang digunakan pada truk
diesel atau kendaraan berat.
Selanjutnya “engine brake” adakalanya
digunakan untuk menurunkan kecepatan kendaraan.Braking effect ditimbulkan oleh
tahanan putaran dari mesin itu sendiri, tidak ada peralatan khusus. Contohnya
seperti dua orang saling berpegangan sambil berlari, walaupun yang depan cepat
tapi ia akan mengimbangi yang belakang dengan larinya lambat.
·
REM
KAKI
o
Uraian
Rem Kaki
Rem kaki (foot break) dikelompokkan menjadi dua tipe rem : rem
hidraulik (hydraulic break) dan rem pneumatic (pneumatic break). Rem hidraulik
lebih merespon dan lebih cepat disbanding tipe lainnya, dan konstruksinya lebih
mudah dan sederhana.
Rem hidraulik juga mempunyai konstruksi khusus yang handal (superior
design flexibility).Dengan adanya keuntungan tersebut, rem hidraulis banyak
digunakan pada kendaraan penumpang dan truk ringan.
Sistem rem pnuematik termasuk kompresor atau sejenisnya yang
menghasilkan udara yang bertakanan yang digunakan untuk menambah daya
pengereman.Banyak digunakan pada truk dan bus.
Bekerjanya
rem hidraulik sebagai berikut.
Rem menekan mekanisme rem dan menyalurkan tenaga rem dan mekanisme
pengereman akan menimbulkan gaya pengereman.
Gambar 3.
Mekanisme kerja rem
·
Master
Silinder (master cylinder)
Master silinder mengubah
gerak pedal rem kedalam tekanan hidraulis. Master silinder terdiri dari
reservoir tank, yang berisi minyak rem, demikian juga piston dan silinder, yang
membangkitkan tekanan hidraulik.
Ada dua tipe master
silinder yaitu tunggal dan tandem. Untuk master silinder tandem atau ganda
banyak digunakan pada mobil masa kini daripada menggunakan master silinder
tunggal. (sumber : new step training manual)

(Sumber
pertama: New Step 1 Training)
(Sumber
kedua: New Step 1 Training)

Gambar 4. Tipe-tipe master silinder
Pada master silinder ganda (tandem) sistem hidraulik dipisahkan
menjadi dua, masing-masing untuk depan dan belakang. Dengan demikian bila salah
satu sistem tidak bekerja maka sistem lainnya masih dapat digunakan.

Gambar 5. Master silinder ganda
·
Booster
Rem (break booster)
Tenaga penekanan pada
pedal rem dari seorang pengemudi tidak kuat untuk segera dapat menghentikan
kendaraan. Booster rem melipat gandakan daya penekanan pada pedal sehingga
diperoleh daya pengereman yang lebih besar.
Booster rem dapat di
pasang menjadi satu dengan master silinder atau dapat juga dipasang secara
terpisah dari master silinder itu sendiri. Tipe integral banyak digunakan pada
penumpang dan truk kecil.
Booster rem mempunyai
diaprham (membran) yang bekerja dengan adanya perbedaan tekanan antara atmosfir
dan kevakuman yang dihasilkan dari intake manifold mesin. Master silinder
dihubungkan dengan pedal dan membran untuk memperoleh daya pengereman yang
besar dari langkah pedal minimum.
Bila bosster rem tidak
dapat berfungsi dikarenakan satu dan hal lain, booster dirancang sedemikian
rupa sehingga hanya tenaga boosternya saja yang hilang. Dengan sendirinya rem
akan memerlukan gaya penekanan pedal yang lebih besar, tetapi kendaraan dapat
direm dengan normal tanpa bantuan booster.
Untuk kendaraan yang
digerakkan oleh mesin diesel, booster remnya diganti pompa vakum karena
kevakumannya yang terjadi pada intake manifold pada mesin diesel tidak cukup
kuat.

Gambar 6. Booster rem
Boster rem terutama dari
rumah booster, piston booster, membran, reaction mechanism, mekanisme katup
pengontrolan. Bosy booster dibagi menjadi bagian depan dan belakang, dan
masing-masing ruang dibatasi dengan membran dan piston booster.
Mekanisme katup pengotrol
mengatur tekanan didalam ruang tekan variasi. Termasuk katup udara, katup
vakum, katp pengontrol dan sebagainya yang berhubungan dengan pedal rem melalui
batang penggerak katup.
·
Katup
Proposi (propostioning valve)

Gambar
7. Katup P
Kendaraan dihentikan
dengan adanya gesekan antara ban dan jalan. Gesekan ini akan bertambah sesuai
dengan adanya pembagian beban ban pada jalan. Biasanya kendaraan yang mesinnya
terletak didepan, bagian depannya lebih berat dibandingkan dengan bagian belakangnya.
Bila kendaraan direm, maka titik pusat gravitasi akan pindah kedepan (bergerak
maju) disebabkan adanya gaya inersia, dan karena adanya beban yang besar
menyatu pada bagian depan.

Gambar
8. Titik berat mobil berpindah akibat pengereman
Bila daya cengkram
pengeremannya berlaku sama terhadap ke empat rodanya, maka roda belakang akan
terkunci (menyebabkan slip antara ban dan permukaan jalan) ini disebabkan oleh
daya pengereman terlalu besar. Dengan terkuncinya rod belakang seperti ekor ikan.
Dengan alasan tersebut
maka diperlukan alat pembagi tenaga sehingga dapat diberikan pengereman yang
lebih besar untuk roda depan daripada roda belakang.
Alat tersebut disebut
“katup pengimbang” atau biasa disebut katup P. Alat ini bekerja secara otomatis
menurunkan tekanan hidraulik pada silinder
roda belakang, dengan demikian daya pengereman (daya cengkeram) pada
roda belakang akan berkurang.
Disamping katup P, efek
yang sama juga dapat diperoleh oleh load sensing and proportioning valve (LSPV)
yang merubah tekanan awal split point
dari roda-roda belakang sesuai dengan beban, proportioning and by-pass
valve ( P & BV) yang meneruskan tekanan master silinder langsung ke
silinder roda tanpa melalui katup P bila sistem rem depan tidak dapat
berfungsi, katup deceleration-sensing and proportioning valve (DSPV) yang
membedakan tekanan awal split point sesuai dengan deselerasi selama pengereman,
dan perlengkapan lainnya.
·
Sistem
Rem Anti-Lock Brake System (ABS)
Rem ABS ini diciptakan hanya untuk mencegah terkuncinya roda-roda
belakang selama pengereman secara tiba-tiba, tetapi juga untuk mengontrol
roda-roda depan agar kendaraan tidak berputar atau slip serta menjaga
pengendalian kemudi dengan baik.
Perhatian :
o Bila kendaraan mulai bergerak ada gejala slip, akan dapat diperbaiki
dengan adanya gerakan lebih mudah menghindar dari rintangan.
o Bila rem bekerja selama kendaraan membelok, kendaraan dapat berhenti
dengan aman tanpa mengalami perubahan langsung.
|
KOMPONEN
|
FUNGSI
|
|
Speed sensors depan
|
Mendeteksi kecepatan roda pada
masing-masing rodadepan
|
|
Speed sensors belakang
|
Mendeteksi kecepatan pada roda pada
masing-masingroda belakang
|
|
Lampu Peringatan (Anti Lock Warning
light)
|
Lampu menyala untuk memberi tanda agar pengemudi siaga saat anti-lock brake system
ada yang tidak berfungsi
|
|
A.B.S
|
Untuk mengontrol tekanan minyak rem pada
masing-masing silinder disk brake
|
|
Switch lampu rem
|
Mendeteksi tanda pengereman dan
mengirimkan kekomputer A.B.S
|
|
A.B.S Computer
|
Dengan signal-signal dari
masing-masing speedsensor ia menghitung jumlah akselerasi dandeselerasi dan
mengirim signal-signal ke aktuator ke pengontrol tekanan minyak rem
|
Tabel
1. Fungsi sensor pada ABS
B. REM TROMOL
Pada rem tipe tromol, kekuatan tenaga pengereman diperoleh dari
sepatu rem yang diam menekan permukaan tromol bagian dalam yang berputar
bersama-sama dengan roda. Karena “self energizing action” ditimbulkan oleh
teanga putar tromol dan tenaga pengereman yang besar diakibatkan usaha pedal
yang kecil.

Gambar
9. Tromol rem
Self
energizing action:
Ada dua jenis sepatu rem, seperti
diperlihatkan pada gambar jenis leading trailing.Bila ujung bagian atas (atau
toe) pada sepatu rem didorong kearah tromol rem yang berputar pada seperti anak
panah (arah maju), sepatu rem cendenrung melengket pad tromol dan
berputar.Sepatu rem ini disebut “leading shoe”. Dilain pihak, ujung atas sepatu
bagian belakang terdorong ke dalam tromol yang cenderung mengembang keluar, ini
disebut trailing shoe.
Kerjanya tromol mencoba
mendorong leading shoe berputar bersama tromol, dan ini disebut self energizing
atau self servo. Self energizing bekerja menimbulkan gaya pengereman yang cukup
besar. Dilain pihak, daya balik yang berlaku pada trailing shoes mengurangi daya
pengereman yang cukup besar pada sepatu tersebut.Perbandingan tenaga pengereman
dilakukan dengan leading shoe dan trailing shoe diperkirakan 3:1.Leading shoe
menghasilkan daya pengereman yang lebih baik, dan kelemahannya ialah lebih
cepat aus daripada trailing shoe.
·
Komponen Roda
o
Backing plat
Backing plat di buat dari
baja pres yang dibuat pada axle housing
atau axle carier bagian belakang. Karena sepatu rem terkait pada backing plat,
maka aksi daya pengereman tertumpu pada backing plate.
Bila permukaan gesek
sepatu rem aus berlebihan, rem akan bergetar. Sepatu rem harus diperiksa secara
diteliti setiap kali rem dibongkar untuk
mencegah problem tersebut.
o
Silinder roda
Silinder roda terdiri dari
beberapa komponen seperti yang terlihat pada gambar.Setiap roda menggunakan
satu atau dua buah silinder roda.Ada sistem yang menggunakan dua piston untuk
menggerakkan kedua sepatu rem, yaitu satu piston untuk setiap silinder roda,
sedangkan sisi lainnya hanya menggunakan satu piston untuk menggerakkan hanya
sepatu rem.
Apabila rem tidak bekerja,
maka piston akan kembali ke posisi semula dengan adanya kekuatan pegas pembalik
septu rem, dan pegas kompresi yang mengkerut.

Gambar 10. Silinder roda
o Sepatu rem dan kanvas rem
Sepatu rem , seperti juga tromol
memiliki bentuk setengah lingkaran. Biasanya sepatu rem dibuat dari pelat
baja.Kanvas rem dipasang dengan jalan dikeling (pada kendaraan besar) atau
dilem (pada kendaraan kecil) pada permukaan yang bergesekan dengan
tromol.Kanvas ini harus dapat menahan panas dan aus dan harus mempunyai
koofisien gesek yang tinggi.Koofisien tersebut harus bisa bertahan oleh keadaan
temperature yang berubah ubah.Umumnya kanvas (lining) terbuat dari campuran
fiber metallic, brass, lead, plastic, dan sebagainya dan diproses dengan
ketinggian panas tertentu.
o
Tromol rem
Tromol rem umumnya terbuat
dari besi tuang (gray iron gras) dan gambar penampangnya seperti terlihat pada
gambar dibawah.Tromol re mini letaknya sangat dekat dengan sepatu rem tanpa
bersentuhan da berputar bersama roda. Ketika kanvas menekan permukaan bagian
dalam tromol bila rem bekerja, maka gesekan panas tersebut dapat mencapai suhu
setinggi 200 sampai 300 .

Gambar
11. Tromol rem
C. REM CAKRAM
·
Pengertian Rem Cakram
Rem cakram (disc brake) pada
dasarnya terdiri dari cakram yang terbuat dari besi tuang (disc rotor) yang
berputar dengan roda dan bahan gesek (dalam hal ini disc pad) yang mendorong da
menjepit cakram.Daya pengereman dihasilkan oleh adanya gesekan antara disc pad
dan cakram.

Gambar
17. Kerja cakram
Karateristik dari cakram
hanya mempunyai sedikit aksi energi sendiri (self energizing action), daya
pengereman itu sedikit dipengaruhi oleh fluktuasi koofisen gesek yang
menghasilkan kestabilan tinggi.Selain itu, karena permukaan bidang gesek selalu
terkena udara, radiasi panasnya terjamin baik, ini dapat mengurangi dan
menjamin dari terkena air.
Rem cakram mempunyai batasan
pembuatan pada bentuk dan ukuran. Ukuran disc pad agak terbatas dan ini
berkaitan dengan aksi self energizing limited. Sehingga perlu tambahan tekanan
hidraulik yang lebih besar untuk mendapatkan gaya pengereman yang efisien. Pad
juga akan lebih cepat aus daripada sepatu rem pada rem tromol. Tetapi
konstruksi yang sederhana mudah pada perawatan serta penggantian pad.
Gambar
18. Unit cakram
·
Komponen Rem Cakram
o
Piringan
Umumnya cakram atau
piringan (disc rotor) dibuat dari besi
tuang dalam bentuk biasa (solid) dan berlubang-lubang untuk ventilasi. Tipe
cakram lubang terdiri dari dari pasangan piringan yang berlubang untuk menjamin
pendinginan yang baik, kedua-duanya untuk mencegah fading dan menjamin umur pad
panjang atau tahan lama.

Gambar
19. Tipe piringan untuk rem cakram
o
Pad Rem
Pad (disc pad) biasa
dibuat dari campuran metalic fiber dan sedikit serbuk besi.Tipe ini disebut
dengan “semi metalic disc pad”. Pada pad diberi garis celah untuk menunjukan
tebal pad (batas yang dijinkan). Dengan demikian dapat mempermudah pengecekan
keausan pad.
Pada beberapa pad, penggunaan
metalic plate (disebut dengan anti-squel shim) dipasangkan pada sisi piston
untuk mencegah bunyi saat berlaku pengereman.

Gambar
20. Pad dan shim pada rem cakram
o
Jenis Caliper
Caliper juga disebut
calyper body, memegang piston-piston dan dilengkapi dengan saluran gimana
minyak rem disalurkan ke silinder.
E. REM
PARKIR
·
Uraian Rem Parkir
Rem parkir banyak
digunakan untuk parker kendaraan.Mobil penumpang dan kendaraan niaga yang
kecil, atau rem parker eklusif yang dihubungkan pada rem belakang.
Kendaraan niaga yang besar
menggunakan rem parkir tipe center brake yang dipasangkan antara propeller
shaft dan tranmisi. Sistem rem parkir terdiri dari tuas rem, stick atau pedal,
kabel tipe mekanisme batang dan tromol rem dan sepatu rem yang membangkitkan
daya pengereman.

Gambar
25. Konstruksi rem parkir
·
Cara Kerja
Mekanisme kerja pada rem
parkir pada dasarnya untuk tipe rem parkir belakang dan tipe center brake.Tuas
rem parkir ditempatkan berdekatan dengan tempat duduk pengemudi. Dengan menarik
tuas rem parkir, maka rem akan bekerja melalui kabel yang dihubungkan dengan
tuas.
Ada beberapa tipe tuas rem
parkir, bergantung pada design tempat duduk pengemudi dan sistem kerja yang
dikehendaki.

Gambar
26. Macam tuas rem parkir
Tuas rem parkir dilengkapi
dengan ratchet untuk mengatur tuas rem
pad posisi pengetesan. Pada beberapa tuas rem parkir mur penyetelnya dekat
denga tuas rem, dengan demikian penyetelan jarak tuas dapat dengan mudah disetel.

Gambar
28. Pengaitan sulur rem parkir pada ban
F. EXHAUST
BREAK
·
Uraian Exhaust Break
Adalah sistem rem yang
menggunakan gas buang untuk melakukan pengereman.
·
Prinsip kerja :
Menahan laju gasa buang
pada exhaust manifold
§ Syarat operasional exhaust brake
o
Main switch on.
o
Gigi tranmisi posisi netral.
o
Laju kendaraan lebih besar dari
atau sama dengan 15km/jam
§ 2.2. Cara operasional
o
Pedal posisi bebas
BAB
III
PROSES PRODUK DAN JASA
A.
ALAT
PRAKTEK
·
Dongkrak
·
Jack
Stand
·
Kunci
Momen
·
Kunci
shock 21
·
Obeng
– atau +
·
Kunci
Ring 12 - 14
·
Kunci
T.
·
Kunci
Pas. 12 - 14
·
Tang.
·
Palu
Karet/Plastik.
B. BAHAN PRAKTEK
·
MOBIL
C. KESELAMATAN KERJA
·
Wearpack
·
Sarung
tangan
·
Masker
/ Penutup hidung
·
Kacamata
RENCANA
ANGGARAN BIAYA
*HARGA BAHAN
- Kampas Rem : Rp.150.000,
- Pegas pedal rem : Rp.220.000,
- Pad rem : Rp.150.000,
- Grease : Rp.27.000,
- Breake Cleaner : Rp.42.000,
- Amplas 500 : Rp.15.000,
- Pegas pembalik : Rp.40.000,
- Minyak rem Dot 3 : Rp.18.000,
- Sheel Kaliper Pad : Rp.150.000,
- Baut Nepel : Rp.1.000,
- Cylinder Wheel : Rp.50.000, _+
- Pegas pedal rem : Rp.220.000,
- Pad rem : Rp.150.000,
- Grease : Rp.27.000,
- Breake Cleaner : Rp.42.000,
- Amplas 500 : Rp.15.000,
- Pegas pembalik : Rp.40.000,
- Minyak rem Dot 3 : Rp.18.000,
- Sheel Kaliper Pad : Rp.150.000,
- Baut Nepel : Rp.1.000,
- Cylinder Wheel : Rp.50.000, _+
Rp.720.000
- Sewa alat 10% dari bahan Rp : Rp.72000
- Ongkos kerja servis rem : Rp.150.000
________________________________________+
- Ongkos kerja servis rem : Rp.150.000
________________________________________+
Total : Rp.870.000,
BAB
IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Beberapa kesimpulan yang dapat diambil
dari penulisan makalah ini adalah:
1. Rem
di rancang untuk mengurangi kecepatan (memperlambat) dan menghentikan kendaraan
serta untuk memungkinkan parker pada tempat yang menurun. Peralatan ini sangat
penting sebagai alat keselamatan dan menjamin untuk pengendara yang
aman.Menurut para ahli permobilan rem merupakan kebutuhan sangat penting untuk
keamanan berkendara dan juga dapat berhenti di tempat manapun, dan dalam
berbagai kondisi dapat berfungsi dengan baik dan aman.
2. Tipe
Rem
Rem
yang digunakan pada kendaraan bermotor dapat di golongkan menjadi beberapa tipe
tergantung penggunaannya :
a. Rem
kaki
Rem kaki (foot break) di gunakan untuk
mengontrol kecepatan mobil dan menghentikan kendaraan.
b. Rem
parker
Rem parkir (parking break) digunakan
terutama untuk memarkir kendaraan.
c. Rem
tambahan
Rem tambahan (auxiliary break) digunakan
pada kombinasi rem biasa (kaki) yang digunakan pada truk diesel atau kendaraan
berat.
3. Pinsip
kerja rem ketika kendaraan tidak dapat berhenti dengan segera apabila mesin
dibebaskan (tidak di hubungkan) dengan pemindahan daya, kendaraan cenderung
tetep bergerak. Kelemahan ini harus di kurangi dengan maksud untuk menurunkan
kecepatan gerak kendaraan hingga berhenti.Mesin mengubah energi panas menjadi
energi kinetik (energi gerak) untuk menggerakkan kendaraan.Sebaliknya, rem
mengubah energi kinetic kembali menjadi energy panas untuk menghentikan
kendaraan.Umumnya, rem bekerja di sebabkan oleh adanya sistem gabungan
penekanan melawan sistem gerak putar.Efek pengereman (breaking effect)
diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua objek.
4. Bahan-bahan
pembuat pada komponen rem yaitu :
a. Baja
pres merupakan bahan pembuat backing plat, yang dibuat pada axle housing atau
axle carier bagian belakang.
b. Pelat
baja merupakan bahan pembuat sepatu rem. Umumnya kanvas(lining) terbuat dari
campuran fiber metallic, brass, lead, plastik, dan sebagainya dan diproses
dengan ketinggian panas tertentu.
c. Besi
tuang merupakan bahan pembuat Tromol rem, Piringan Rem Cakram. Besi kasar
kelabu yang dicairkan bersama-sama dengan besi tua dan baja.Bahan tambahan yang
dipakai biasanya kapur, silisium yang memperkuat dan mempertinggi titik cair.
Agar bahan menjadi kulaitas terbaik maka harus ditambahkan nikel atau krom
ketika proses peleburan.
d. Campuran
metalic fiber dan sedikit serbuk besi merupakan bahas pembuat pad rem.
5. Permasalahan
yang sering terjadi dalam sistem rem
a. Gejala
: Gerakan pedal rem terlaludekat dengan lantai
b. Gejala:
Semua rem seret(bhs Jawa)
c. Gejala:
Rem membanting kesatu arah
d. Gejala:
Injakan pedal rem terlalu kasar
e. Gejala:
Roda terkunci
f. Gejala: Rem selip
f. Gejala: Rem selip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar